Reproduksi Tanaman

REPRODUKSI TANAMAN

Flora atau tumbuh-tumbuhan sama halnya dengan binatang dan manusia sama-sama melakukan kegiatan berkembang biak dengan tujuan untuk menghindari kepunahan pada spesies atau rasnya. Kegiatan berkembangbiak atau beranak ini pada tumbuhan dapat dilakukan secara tidak kawin atau tanpa melalui perkawinan antara sel kelamin jantan betina atau kepala putik dengan benang sari. Reproduksi pada tumbuhan terbagi menjadi dua, yaitu reproduksi vegetatif dan reproduks generatif. Reproduksi vegetatif terbagi lagi menjadi reproduksi vegetatif alami dan vegetatif buatan.

  1. REPRODUKSI GENERATIF (SEKSUAL)

Siklus hidup tumbuhan sejak perkembangan butir pollen dan kantung lembaga sampai menjadi sporofit dewasa yang menghasilkan buah yaitu :

  • Butir pollen berkembang di dalam kotak sari dari kepala ssari
  • Kandung embrio/gametofit betina berkembang di dalam ovulum dari ovarium
  • Pollinasi berlangsung saat butir polen hinggap di dalam stigma
  • Bulu pollen berkecambah membentuk tabbung pollen di sepanjang stillus lalu melalui mkrofil masuk ke dalam ovulum dari ovarium
  • Fertilisasi berlangsung saat salah satu sel spermanya membuahi sel telur di dalam kandug embrio yang kemudian mejadi zigot
  • Zigot berkembang menjadi embrio(sporofit) di dalam ovulum yang berkembang menjadi biiji
  • Ovarium berkembang menjadi buah yang mengandung biji
  • Biji berkembang menjadi kecambah sporofit, yang terus berkembang menjadi sporofit dewasa yang menghasilkan bunga

è BUNGA

Alat perkembangbiakan secara kawin atau generative atau sexual pada tumbuhan adalah Bunga. Bunga memiliki bagian-bagian seperti pada gambar berikut ini.

Morfologi bunga :

BAGIAN BUNGA FUNGSI
1. Kelopak (kalik) Melindungi kuncup bunga
2. Mahkota (korola) Menarik perhatian serangga
3. Benang sari (stamen) terdiri dari :

a. tangkai sari (filamen)
b. kepala sari (antera) terdiri atas 4 kantong sari

 

Sebagai penghasil gamet jantan, yaitu serbuk sari (pollen)
4. Putik (pistilus) terdiri atas :

a. tangkai putik (stilus)
b. kepala putik (stigma)
c. bakal buah (ovarium) di dalam bakal buah terdapat bakal biji (ovule)

 

Sebagai penghasil gamet betina

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Bunga memiliki bagian jantan dan bagian betina. Bagian jantan adalah benang sari yang terdiri atas: tangkai sari, kepala sari  dan serbuk sari.

  • Pembentukan gametofit jantan

Gametofit jantan(butir pollen) berkembang di dalam kotak sari, tepatnya techa. Pada pembentukan gamet jantan, terjadi pembelahan meiosis dari mikrosporofit yang diploid atau 2n menjadi 4 buah mikrospora yang haploid(n). Masing- masing mikrospora yang haploid membelah secara mitosis menjadi satu sel generatif dan satu sel buluh/sel tabung. Sel buluh yang mengandung sel generatif berkembang menjadi tabung pollen. Sel generatif yang haploid membelah secara mitosis menjadi dua sel sperma yang haploid.

Bagian betina adalah putik yang terdiri atas: bakal buah ( di dalam bakal bijinya terdapat sel kelamin betina) , tangkai putik  dan kepala putik

 

 

  • Pembentukan gametofit betina

Pada Angiospermae Gamet betina dibentuk di dalam bakal biji (ovule) atau kantung lembaga. Pada bagian ini terdapat sel induk megaspora (sel induk kantug lembaga) yang diploid. Sel ini akan membelah secara meiosis dan dari satu sel induk kantung lembaga membentuk 4 sel yang haploid. Tiga sel akan mereduksi dan lenyap tinggal satu yang berkembang. Selanjutnya, sel ini membelah secara mitosis 3 kali dan terbentuklah 8 sel. Dari sel yang berjumlah 8 ini, 3 sel akan bergerak menuju arah yang berlawanan dengan mikropil, 2 sel lainnya menjadi kandung tembaga sekunder, dan 3 sel terakhir menuju ke dekat mikropil. Dari 3 sel (yang menuju dekat mikropil) yang terakhir ini dua menjadi sinergid dan satu sel lagi menjadi sel telur. Dalam keadaan seperti ini kandung lembaga sudah masak dan siap untuk dibuahi. Putik yang sudah masak biasanya mengeluarkan cairan lengket pada ujungnya yang berfungsi sebagai tempat melekatnya serbuk sari.

Kepala putik berujung lengket untuk menangkap butir-butir sel-sel jantan.

Bagian jantan dan betina pada bunga tumbuhan. Benang sari atau bagian jantan terdiri dari kepala sari dan tangkai sari. Putik atau bagian betina meliputi kepala putik, tangkai putik, dan bakal buah.

Baik benangsari maupun putik dilindungi oleh kelopak bunga dan daun mahkota. Keduanya membentuk mahkota bunga.

Polinasi atau penyerbukan terjadi ketika butir sel jantan dari benangsari masuk ke kepala putik bunga lalu turun ke tangkai putik untuk bergabung dengan bakal biji.

 

Dasar genetis dari inkompatibilitas sendiri pada tumbuhan :

Di dalam kelompok gen dari suatu populasi tanaman terdapat lusinan alel dari gen s. Apabila suatu butir pollen mempunyai sebuah alel yang berpasangan dengan sebuah alel dari suatu stigma  tempat polen itu jatuh, maka tabung polen tidak dapat tumbuh.

  1. Pada persilangan ini pollennya berasal dari suatu tanaman dengan genotif s3 s4 (segregesi) selama meiosis menghasilkan setengah pollen haploid mempunyai alel s3 dan setengahnya lagi mempunyai alel s4. Alel dari pollen tidak berpasangan dengan alel dari stigma dan pollen tersebut berkecambah (membentuk tabung pollen yang dapat memandu sperma ke ovulum ke dalam  ovarium yang terdapat di dasar pistillum dan carpellum
  2. Pada persilangan ini apabila setengah dari butir pollen mempunyai sebuah alel s1 yang berpasangan dengan sebuah alel s1 dari stigma, maka butir pollen tersebut gagal untuk berkecambah
  3. Pada persilangan ini, keseluruhan butir pollen mempunyai alel s1 dan s2 yang berpasangan dengan alel s1 dan s2 dari stigma, maka tidak ada satupun pollen yang dapat berkecambah atau semua pollen gagal berkecambah.

 

 

àPENYERBUKAN DAN PEMBUAHAN

 

 

POLLINASI (PENYERBUKAN)

  • Merupakan proses menempelna pollen pada stigma
  • Ada yang menggunakan beberapa perantara eperti angin dan serangga

àFERTILISASI GANDA ( PEMBUAHAN)

  • Pollen jatuh ke stigma yag berkecambah menjadi tabung pollen yang akan menuju ke ovulum dalam ovarium melalui stylus
  • Sel generatif yang haploid membelah secara mitosis menjadi dua sel sperma yang haploid
  • Terjadi fertilisasi ganda yaitu :
  1. Satu sel sperma yang haploid memfertilisasi sel telur yang haploid menjadi zigot yang diploid kemudian berkembang menjadi embrio yang diploid
  2. Satu sel sperma lainnya yang haploid menyatu dengan dua inti polar yang masing-masing haploid menjadi endospern yang triploid (3n)

 

 

àPERTUMBUHAN TABUNG POLLEN DAN FERTILISASI GANDA

Setelah sebuah butir pollen dibawa oleh angin atau seekor binatang lainnya ke sebuah stigma, maka sebuah tabung pollen (buluh serbuk ) yang panjang mulai tumbuh ke bawah, di dalam stilus menuju ke ovarium. Tabung pollen tersebut mengeluarkan dua buah sel sperma ke dalam kandungan embrio dari sebuah ovulum. Salah satu sperma memfertilisasi sel telur, membentuk zigot yang diploid, sel sperma yang satunya lagi melebur dengan dua inti polar dari sel kandung lembaga yang biasanya berukuran besar, membentuk sel triploid yang akan berkembang menjadi jaringan nutrisi yang disebut endosperm.

àPROSES PENYERBUKAN DAN PEMBUAHAN
Butir serbuk/serbuk sari Þ menempel pada kepala putik Þ membentuk buluh serbuk (2 inti, inti vegetatif dan inti generatif) berjalan ke arah mikropil (pintu kandung lembaga) Þ inti generatif membelah Þ 2 inti sperma Þ sampai di mikropil, inti vegetatif mati Þ satu inti sperma membuahi sel telur Þ embrio. Satu inti sperma lain membuahi inti kandung lembaga Þ endosperma (makanan cadangan bagi embrio).
Karena pembuahannya berlangsung dua kali maka pembuahan pada Angiospermae disebut pembuahan ganda.

Embrio pada tumbuhan berbiji tertentu dapat terbentuk karena beberapa sebab. yaitu :
1. Melalui peleburan sperma dan ovum (amfimiksis)
2. Tidak melalui peleburan sperma dan ovum (apomiksis), yang dapat dibedakan atas:
a. Apogami :
embrio yang terbentuk berasal dari kandung lembaga. Misalnya : dari sinergid dan antipoda.
b. Partenogenesis :
embrio terbentuk dari sel telur yang tidak dibuahi.
c. Embrio adventif :
merupakan embrio yang terbentuk dari sel nuselus, yaitu bagian selain kandung lembaga.

Apomiksis dan amfimiksis dapat terjadi bersamaan, maka akan terbentuk lebih dari satu embrio dalam satu biji, disebut poliembrioni. Peristiwa ini sering dijumpai pada nangka, jeruk dan mangga.

 

àPerkembangan embrio tumbuhan dicotyledoneae :

Zygot membelah ke arah transversal, menjadi sel basal dan sel terminal. Sel basal membelah terus ke arah transversal, menjadi  suspensor, yang berfungsi sebagai transfer nutrien ke embrio dari tanaman induknya. Sel terminal membelah beberapa kali menjadi pro embrio, yang menempel pada suspensor. Pada proembrio terdapat meristem primer berupa protoderm bakal epidermis, meristem dasar bakal parenkim dan prokambium bakal jaringan pembuluh. Proemrbrio berkemabang menjadi embrio yang terdiri dari : dua buah kotiledon yang mengapit sebuah ujung pucuk embrio (plumulae), sebuah ujung akar embrio (radicula), makanan cadangan (endosperm) dan suspensor yang kesemuanya dibungkus oleh kulitt biji (testa)

 

è BIJI

Struktur biji dicotyledoneae, terdiri dari :

  1. Dua buah kotiledon
  2. Batang embrio, yaitu bagian yang memanjang yang menempel pada kotiledon terdiri dari : hipokotil dan epikotil.
  3. Akar embrio
  4. Pucuk embrio
  5. Kulit biji yang dibentuk dari suatu bakal biji
  6. Selaput

Struktur biji monokotil, terdiri dari :

  1. Satu buah kotiledon yang disebut sctellum
  2. Embrio yang terdiri dari akar embrio dan pucuk embrio

à Perkecambahan biji dapat dibedakan menjadi 2 jenis sebagai berikut:
1. Perkecambahan diatas tanah ( epigeal )
Yaitu jika terjadi pembentangan ruas batang dibawah daun lembaga atau hipokotil sehingga mengakibatkan daun lembaga dan kotiledon terangkat kepermukaan tanah misalnya pada kacang hijau ( Phaseolus radiatus )
2. Perkecambahan dibawah permukaan tanah ( hipogeal )
Yaitu jika terjadi pembentangan ruas batang teratas ( epikotil ) sehingga daun lembaga ikut tertarik keatas tanah tetapi kotiledon tetap didalam tanah, misalnya pada jagung ( Zea mays)

 

àStruktur biji kacang, biji jarak dan biji jagung

  1. Biji kacang.

Kotiledon yang mendaging dari biji kacang merah, yang dikotildon yang menyimpan makanan cadangan yang telah diabsorpsi dari endosperm pada saat pembentukan biji

  1. Biji jarak

biji jarak mempunyai kotiledon yang tipis seperti membran yang akan mengabsorpsi makanan cadangan dari endosperm pada saat biji berkecambah

  1. Biji jagung

seperti biji monocotyledoneae leinnya, biji jagung hanya mempunyai satu kotiledon yang disebut skutelum. Bakal akar dibungkus oleh koleorhiza sedangkan bakal tunas dibungkus oleh koleoptil.

 

àPerkecambahan kacang merah dan kacang kapri

    1. Pada kacang merah, lenkungan berada di bawah kotiledon pada hipokotil, sehingga pelurusan lengkungan akan menarik kotiledon dari dalam tanah untuk muncul ke permukaan
    2. Sedangkan pada kacang kapri, lengkungan berada di atas kotiledon pada epikotil sehingga pada waktu terjadi pelurusan lengkungan kotiledon tetap berada di dalam tanah.

 

  1. REPRODUKSI VEGETATIF (ASEKSUAL)

1. Perkembang Biakan Tak Kawin Secara Alami / Vegetatif Alami

Perkembangbiakan secara alami adalah berkembang biaknya tumbuhan tanpa bantuan tangan manusia untuk terjadi pembuahan / anakan tanaman baru.

a. Umbi Lapis
Umbi lapis adalah tumbuhnya tunas pada sela-sela lapisan umbi. Contohnya seperti bawang merah.

b. Umbi Batang
Umbi batang adalah batang yang beralih fungsi sebagai tempat penimbunan makanan dengan calon tunas-tunas kecil yang berada di sekitarnya yang dapat tumbuh menjadi tanaman baru. Contoh seperti jagung dan ketela rambak.

C. Geragih
Geragih adalah batang yang menjalar secara terus-menerus di mana pada ruas batang dapat muncul tunas-tunas baru. Misalnya seperti tanaman rumput teki, arbei, kangkung, dan lain sebagainya.

d. Akar Tunggal
Akar tunggal adalah tunas yang muncul pada batang tumbuhan yang tumbuh secara mendatar di tanah. Contohnya seperti keladi, alang-alanga, dll.

e. Spora
Spora adalah cara tumbuhan paku, lumut dan jamur berkembang biak dengan membentuk spora tempat tunas baru akan muncul.

f. Tunas
Tunas adalah tumbuhan anakan yang muncul di samping tumbuhan induknya. COntohnya yakni seperti pohon pisang, bambu, tebu, dan lain sebagainya.

g. Tunas Adventif
Tunas adventif adalah tunas yang tumbuh pada bagian-bagian tertentu seperti pada akar, daun, dsb. Contoh tanaman bertunas adventif adalah seperti pohon cemara, kesemek, sukun, dll.

h. Hormegenium
Hormegenium adalah perkembangbiakan yang terjadi pada tumbuhan ganggang berbentuk benang dengan cara memutus benang yang ada. Pada benang yang terputus nantinya kana tumbuh individu baru.

i. Pembelahan Sel
Pembelahan sel adalah perkembangbiakan pada tumbuhan bersel satu.

 

2. Perkembang Biakan Tidak Kawin Buatan / Reproduksi Vegetatif Buatan

Perkembangbiakan secara buatan adalah berkembang biaknya tumbuhan dengan bantuan campur tangan manusia.

a. Metode Mencangkok / Cangkok
Mencangkok adalah suatu cara mengembangbiakkan tumbuhan dengan jalan menguliti batang yang ada lalu bungkus dengan tanah agar akarnya tumbuh. Jika akar sudah muncul akar yang kokoh, maka batang tersebut sudah bisa dipotong dan ditanam di tempat lain.

b. Merunduk / Menunduk
Merunduk adalah teknik berkembang biak tumbuh-tumbuhan dengan cara menundukkan batang tanaman ke tanah dengan harapan akan tumbuh akar. Setelah akar timbul, maka batang sudah bisa dipotong dan dibawa ke tempat lain.

c. Menyetek / Nyetek
Menyetek adalah perkembangbiak tumbuhan dengan jalan menanam batang tanaman agar tumbuh menjadi tanaman baru. Contohnya seperti singkong.

d. Menyambung / Mengenten
Mengenten adalah perkembang biakan buatan yang biasanya dilakukan pada tumbuhan sejenis buah-buahan atau ketela pohon demi mendapatkan kualitas buat yang baik.

e. kultur jaringan

merupakan teknik pemeliharaan jaringan atau bagian dari individu secara buatan (artifisial). Yang dimaksud secara buatan adalah dilakukan di luar individu yang bersangkutan. Karena itu teknik ini sering kali disebut kultur in vitro, sebagai lawan dari in vivo. Dikatakan in vitro (bahasa Latin, berarti “di dalam kaca”) karena jaringan dibiakkan di dalam tabung inkubasi atau cawan Petri dari kaca atau material tembus pandang lainnya.

PERTANYAAN

  1. Gambar atau buatlah bagan alur serta jelaskan garis besar siklus hidup tumbuhan sejak perkembangan bulir pollen dan kantung lembaga sampai menjadi sporofit dewasa yang menghasilkan buah
  2. Gambar dan jelaskan morfologi sebuah bunga yang lengkap dan sebut bagian-bagiannya secara lengkap
  3. Gambar atau buat bagan alur serta jelaskan perkembangan gametofit jantan dan gametofit betina sampai terbentuk sel sperma dan sel telur
  4. Gambar atau buat bagan alur serta jelaskan dasar genetis dari inkompatibilitas sendiri pada tumbuhan
  5. Gambar atau buat bagan alur serta jelaskan tentang pertumbuhan tabung pollen dan fertilisasi ganda
  6. Gambar atau buat bagan alur  serta jelaskan tentang perkembangan embrio tumbuhan dicotyledoneae
  7. Gambar serta jelaskan tentang perbedaan struktur biji kacang, biji jarak dan biji jagung
  8. Gambar atau buat bagan alur serta jelaskan tentang perbedaan antara perkecambahan kacang merah dan kacang kapri

 

JAWABAN

  1. Siklus hidup tumbuhan sejak perkembangan butir pollen dan kantung lembaga sampai menjadi sporofit dewasa yang menghasilkan buah :
  • Butir pollen berkembang di dalam kotak sari dari kepala ssari
  • Kandung embrio/gametofit betina berkembang di dalam ovulum dari ovarium
  • Pollinasi berlangsung saat butir polen hinggap di dalam stigma
  • Bulu pollen berkecambah membentuk tabbung pollen di sepanjang stillus lalu melalui mkrofil masuk ke dalam ovulum dari ovarium
  • Fertilisasi berlangsung saat salah satu sel spermanya membuahi sel telur di dalam kandug embrio yang kemudian mejadi zigot
  • Zigot berkembang menjadi embrio(sporofit) di dalam ovulum yang berkembang menjadi biiji
  • Ovarium berkembang menjadi buah yang mengandung biji
  • Biji berkembang menjadi kecambah sporofit, yang terus berkembang menjadi sporofit dewasa yang menghasilkan bunga
  1. Bagi
BAGIAN BUNGA FUNGSI
1. Kelopak (kalik) Melindungi kuncup bunga
2. Mahkota (korola) Menarik perhatian serangga
3. Benang sari (stamen) terdiri dari :

a. tangkai sari (filamen)
b. kepala sari (antera) terdiri atas 4 kantong sari

 

Sebagai penghasil gamet jantan, yaitu serbuk sari (pollen)
4. Putik (pistilus) terdiri atas :

a. tangkai putik (stilus)
b. kepala putik (stigma)
c. bakal buah (ovarium) di dalam bakal buah terdapat bakal biji (ovule)

 

Sebagai penghasil gamet betina

 

GAMBAR :

 

 

 

 

  • Pembentukan gametofit jantan

Gametofit jantan(butir pollen) berkembang di dalam kotak sari, tepatnya techa. Pada pembentukan gamet jantan, terjadi pembelahan meiosis dari mikrosporofit yang diploid atau 2n menjadi 4 buah mikrospora yang haploid(n). Masing- masing mikrospora yang haploid membelah secara mitosis menjadi satu sel generatif dan satu sel buluh/sel tabung. Sel buluh yang mengandung sel generatif berkembang menjadi tabung pollen. Sel generatif yang haploid membelah secara mitosis menjadi dua sel sperma yang haploid

 

Mikrospora (n)

BAGAN :

 

Mikrospora (n)

Mikrospora (n)

Mikrospora (n)

Sel generatif (n)

 

 

 

 

 

 

Sel generatif (n)

Sel generatif (n)

Sel generatif (n)

 

4 Sel buluh(n)

 

 

 

 

 

 

  • Pembentukan gametofit betina

Pada Angiospermae Gamet betina dibentuk di dalam bakal biji (ovule) atau kantung lembaga. Pada bagian ini terdapat sel induk megaspora (sel induk kantug lembaga) yang diploid. Sel ini akan membelah secara meiosis dan dari satu sel induk kantung lembaga membentuk 4 sel yang haploid. Tiga sel akan mereduksi dan lenyap tinggal satu yang berkembang. Selanjutnya, sel ini membelah secara mitosis 3 kali dan terbentuklah 8 sel. Dari sel yang berjumlah 8 ini, 3 sel akan bergerak menuju arah yang berlawanan dengan mikropil, 2 sel lainnya menjadi kandung tembaga sekunder, dan 3 sel terakhir menuju ke dekat mikropil. Dari 3 sel (yang menuju dekat mikropil) yang terakhir ini dua menjadi sinergid dan satu sel lagi menjadi sel telur. Dalam keadaan seperti ini kandung lembaga sudah masak dan siap untuk dibuahi. Putik yang sudah masak biasanya mengeluarkan cairan lengket pada ujungnya yang berfungsi sebagai tempat melekatnya serbuk sari.

 

  1. Dasar genetis dari inkompatibilitas sendiri pada tumbuhan :

Di dalam kelompok gen dari suatu populasi tanaman terdapat lusinan alel dari gen s. Apabila suatu butir pollen mempunyai sebuah alel yang berpasangan dengan sebuah alel dari suatu stigma  tempat polen itu jatuh, maka tabung polen tidak dapat tumbuh.

a)      Pada persilangan ini pollennya berasal dari suatu tanaman dengan genotif s3 s4 (segregesi) selama meiosis menghasilkan setengah pollen haploid mempunyai alel s3 dan setengahnya lagi mempunyai alel s4. Alel dari pollen tidak berpasangan dengan alel dari stigma dan pollen tersebut berkecambah (membentuk tabung pollen yang dapat memandu sperma ke ovulum ke dalam  ovarium yang terdapat di dasar pistillum dan carpellum

b)      Pada persilangan ini apabila setengah dari butir pollen mempunyai sebuah alel s1 yang berpasangan dengan sebuah alel s1 dari stigma, maka butir pollen tersebut gagal untuk berkecambah

c)       Pada persilangan ini, keseluruhan butir pollen mempunyai alel s1 dan s2 yang berpasangan dengan alel s1 dan s2 dari stigma, maka tidak ada satupun pollen yang dapat berkecambah atau semua pollen gagal berkecambah.

FERTILISASI GANDA

  • Pollen jatuh ke stigma yag berkecambah menjadi tabug ollen yang akan menuju ke ovulum dalam ovarium melalui stylus
  • Sel generatif yang haploid membelah secara mitosis menjadi dua sel sperma yang haploid
  • Terjadi fertilisasi ganda yaitu :

a)      Satu sel sperma yang haploid memfertilisasi sel telur yang haploid menjadi zigot yang diploid kemudian berkembang menjadi embrio yang diploid

b)      Satu sel sperma lainnya yang haploid menyatu dengan dua inti polar yang masing-masing haploid menjadi endospern yang trploid (3n)

PERTUMBUHAN TABUNG POLLEN DAN FERTILISASI GANDA

Setelah sebuah butir pollen dibawa oleh angin atau seekor binatang lainnya ke sebuah stigma, maka sebuah tabung pollen (buluh serbuk ) yang panjang mulai tumbuh ke bawah, di dalam stilus menuju ke ovarium. Tabung pollen tersebut mengeluarkan dua buah sel sperma ke dalam kandingan embrio dari sebuah ovulum. Salah satu sperma memfertilisasi sel telur, membentuk zigot yang diploid, sel sperma yang satunya lagi elebur dengan dua inti polar dari sel kandung lembaga yang biaasanya berukuran besar, membentuk sel triploid yang akan berkembang menjadi jaringan nutrisi yang disebut endosperm.

 

  1.  Perkembangan embrio tumbuhan dicotyledoneae :

Zygot membelah ke arah transversal, menjadi sel basal dan sel terminal. Sel basal membelah terus ke arah transversal, menjadi  suspensor, yang berfungsi sebagai transfer nutrien ke embrio dari tanaman induknya. Sel terminal membelah beberapa kali menjadi pro embrio, yang menempel pada suspensor. Pada proembrio terdapat meristem primer berupa protoderm bakal epidermis, meristem dasar bakal parenkim dan prokambium bakal jaringan pembuluh. Proemrbrio berkemabang menjadi embrio yang terdiri dari : dua buah kotiledon yang mengapit sebuah ujung pucuk embrio (plumulae), sebuah ujung akar embrio (radicula), makanan cadangan (endosperm) dan suspensor yang kesemuanya dibungkus oleh kulitt biji (testa)

 

 

 

 

  1. perbedaan struktur biji kacang, biji jarak dan biji jagung

ü  biji kacang.

Kotiledon yang mendaging dari biji kacang merah, yang dikotildon yang menyimpan makanan cadangan yang telah diabsorpsi dari endosperm pada saat pembentukan biji

ü  biji jarak

biji jarak mempunyai kotiledon yang tipis seperti membran yang akan mengabsorpsi makanan cadangan dari endosperm pada saat biji berkecambah

ü  biji jagung

seperti biji monocotyledoneae leinnya, biji jaung hanya mempunyai satu kotiledon yang disebut skutelum. Bakal akar dibungkus oleh koleorhiza sedangkan bakal tunas dibungkus oleh koleoptil.

 

  1. perbedaan antara perkecambahan kacang merah dan kacang kapri
    1. pada kacang merah, lenkungan berada di bawah kotiledon pada hipokotil, sehingga pelurusan lengkungan akan menarik kotiledon dari dalam tanah untuk muncul ke permukaan
    2. sedangkan pada kacang kapri, lengkungan berada di atas kotiledon pada epikotil sehingga pada waktu terjadi pelurusan lengkungan kotiledon tetap berada di dalam tanah.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

KUMPULAN GAMBAR

1)

 

2)

 

3)

  • Gamet betina

 

 

4)

 

 

5)

 

 

6)

 

 

 

 

7)

 

 

8)

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s