METABOLISME KARBOHIDRAT,LIPIDA DAN PROTEIN

METABOLISME KARBOHIDRAT,LIPIDA DAN PROTEIN

 

  1. KARBOHIDRAT

Karbohidrat adalah biomolekul yang paling banyak terdapat di alam. Setiap tahunnya diperkirakan kira-kira 100 milyar ton CO2 dan H2O diubah kedalam molekul selulosa dan produk tanaman lainnya melalui proses fotosintesis. Karbohidrat memiliki peranan yang cukup beragam; di berbagai negara karbohidrat adalah sebagai bahan makanan utama. Oksidasi karbohidrat merupakan lintasan pembentukan energi yang utama pada sel-sel yang tidak melakukan fotosintesis. Karbohidrat yang tidak larut air berfungsi sebagai jaringan penunjang atau pembentuk struktur dinding sel tanaman, bakteri dan jaringan penghubung. Polimer karbohidrat befungsi sebagai pelumas pada sabungan tulang dan berperan sebagai senyawa perekat diantara sel. Polimer karbohidrat komplek yang melekat pada molekul protein atau lemak berperan sebagai penerus signal yang menentukan lokasi internal atau lintasan metabolik molekul.

Nama karbohidrat (carbohydrate) diambil dari komponen penyusunnya yang terdiri dari karbon, hidrogen dan “ate” yang berarti oksigen. Pada awalnya nama karbohidrat digunakan untuk menunjukkan gula dan polimernya. Sekarang nama karbohidrat lebih tepat digunakan untuk menggambarkan senyawa polihidroksi aldehid atau keton atau senyawa yang dihasilkan dari hidrolisisnya. Umumnya karbohidrat memiliki rumus empiris Cn(H2O)n dengan perbandingan C : H : O adalah 1 : 2 : 1. Sebagai contoh glukosa C6H12O6 yang juga dapat ditulis dengan C6(H2O)6. Walaupun demikian beberapa karbohidrat memiliki nitrogen, fosfor dan sulfur. Karbohidrat digolongkan kedalam monosakarida, disakarida, oligosakararidan dan polisakarida. Dalam banyak hal penggolongan untuk oligosakarida dikelompokkan saja kedalam polisakarida. Kata sakarida berasal dari kara Latin (sakkharon) yang berarti gula. Monosakarida atau gula sederhana terdiri dari satu unit polihidroksi aldehid atau polihidroksi keton. Monosakarida yang paling banyak terdapat di alam adalah Dglukosa dengan enam atom karbon. Disakarida adalah golongan karbohidrat yang terdiri dari dua unit monoskarida. Disakarida yang paling banyak terdapat adalah sukrosa atau gula tebu yang terdiri dari unit glukosa dan fruktosa yang berikatan secara spesifik yang disebut ikatan glikosida. Monoskarida dan disakarida mudah dikenal dengan akhiran osa. Oligosakarida adalah kabohidrat berantai pendek yang dibangun oleh beberapa unit monosakarida. Sedangkan polisakarida terdiri dari rantai yang cukup panjang sampai ratusan dan ribuan unit monosakarida. Beberapa polisakarida memiliki rantai lurus seperti selulosa dan yang lain ada bercabang seperti glikogen dan amilopektin. Polisakarida yang paling banyak terdapat adalah pati dan selulosa yang kedua-duanya dibangun oleh unit-unit D-glukosa.

 

ü  MONOSAKARIDA

Karbohidrat yang paling sederhana adalah monosakarida dan sebagai unit pembentuk disakarida, oligo dan polisakarida. Monosakarida memiliki gugus aldehid atau keton dengan satu atau lebih gugus hidroksil. Monosakarida glukosa dan fruktosa memiliki enam gugus hidroksil. Atom karbon tempat pengikatan gugus hidroksil disebut sebagai pusat kiral.

 

 

Golongan monosakarida

Kristal monosakarida tidak berwarna dan larut dalam air tetapi tidak larut dalam pelarut nonpolar. Umumya monosakarida berasa manis. Susunan atom pada monosakarida tidak bercabang. Satu dari atom karbon membentuk ikatan ganda dengan atom oksigen membentuk gugus karbonil. Bila gugus karbonil ini terbentuk pada ujung rantai karbon, monosakarida ini memiliki aldehid sehingga disebut aldosa, dan bila gugus karbonil terbentuk pada atom karbon yang lain, monosakarida ini adalah suatu keton dan disebut ketosa.

 

 

 

 

ü  DISAKARIDA

Disakarida seperti maltosa, laktosa dan sukrosa terdiri dari dua unit monosakarida yang terbentuk melalui suatu ikatan yang disebut ikatan glikosida. Pembentukan ikatan ini berlangsung dengan pembentukan asetal dari hemiasetal (glukopiranosa) dan satu gugus hidroksil dari molekul gula yang kedua, seperti terlihat pada Gambar . Ikatan glikosida ini mudah dihidrolisis oleh asam tetapi tidak oleh basa. Oleh karena itu diskarida dapat dihidrolisis dengan mudah dengan memanaskannya dalam larutan asam encer. Bentuk ikatan glikosida lainya terbentuk antara gula dengan atom N (ikatan N-glikosil) yang ditemukan pada seluruh nukleotida.

 

 

Gambar . Pembentukan disakarida (maltosa) dari dua monosakarida.

 

Maltosa mengandung dua unit D-glukosa dengan ikatan glikosida antara atom C-1 (karbon anomer) dari suatu glukosa dengan atom C-4 pada unit glukosa yang lainnya dengan konfigurasi ikatan glikosidanya. Laktosa bila dihidrolisis akan mengahsilkan D-galaktosa dan D-glukosa. Kabon anomer unit glukosa dapat dioksidasi sehingga laktosa tergolong kedalam disakarida yang tereduksi. Jenis ikatan glikosida pada laktosa adalah •. Sukrosa adalah disakrida yang disusun oleh unit glukosa dan fruktosa dan terbentuk hanya pada tanaman dan tidak pada hewan. Berbeda dengan maltosa dan laktosa, sukrosa tidak memiliki atom karbon anomer yang bebas, karena karbon anomer untuk kedua unit monosakarida terlibat dalam ikatan glikosida, seperti terlihat pada Gambar2. Trehalosa dibangun oleh dua unit glukosa dengan susunan ikatan antara atom karbon anomer (C-1) dengan karbon anomer (C-1) dari unit lainnya, sehingga trehalosa juga merupakan gula yang tidak tereduksi (noreducing sugar). Trehalosa merupakan komponen utama dalam cairan sirkulasi serangga dan berfungsi sebagai cadangan energi.

 

 

Gambar 2. Beberapa jenis ikatan glikosida pada disakarida.

 

 

ü  POLISAKARIDA

Sebagian besar karbohidrat yang ditemukan di alam terdapat dalam bentuk polisakarida, yaitu polimer dengan berat molekul yang tinggi dan sering juga disebut dengan glikan atau glukan. Suatu polisakarida berbeda dengan yang lainnya dalam beberapa hal yakni unit monosakarida penyusunnya, panjang rantai, bentuk ikatan dan derajat percabangan (degree of branching). Bila rantai polisakarida dibangun oleh satu jenis unit monosakarida disebut sebagai homopolisakarida, dan bila dibangun oleh unit monosakarida yang tidak sejenis disebut heteropoli-sakarida (untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Gambar ). Beberapa homopolisakarida berfungsi sebagai cadangan monosakarida yang diperlukan sebagai sumber energi seperti pati dan glikogen. Homopolisakarida yang lain seperti selulosa dan kitin berfungsi sebagai pembangun struktur dinding sel tanaman dan rangka luar hewan.

 Gambar struktur umum polisakarida

 

Heteropolisakarida memberikan kekuatan ekstrasel untuk seluruh kingdom organisme. Lapisan yang kaku pada dinding sel bakteri yang disebut peptidoglikan adalah heteropolisakarida yang disusun oleh dua jenis unit turunan monosakarida yang tersusun secara bergantian. Pada jaringan hewan, ruang ekstraseluler diisi oleh beberapa jenis heteropolisakarida yang membentuk suatu matrik yang mengikat masing-masing sel menjadi suatu kesatuan dan memberikan perlindungan, bentuk dan dukungan terhadap sel, jaringan dan organ. Asam hialuronat adalah salah satu polimer yang memberikan kekuatan dan fleksibelitas pada tulang rawan dan tendon. Jenis heteropolisakarida yang lain yang memiliki unit polipeptida (proteoglikan) memiliki peranan untuk melumasi jaringan atau sendi.

Polisakarida tidak memiliki berat yang spesifik. Ini disebabkan karena mekanisme biosintesa kedua polimer yang berbeda. Sintesis polisakarida berlangsung dengan polimerisasi yang dilakukan oleh enzim-enzim tertentu. Suatu enzim akan bekerja bila enzim lain sudah selesai berkerja, enzim-enzim bekerja secara bergantian untuk menghasilkan suatu polimer. Akan tetapi mekanisme sampai seberapa panjang sintesis rantai polimer ini belum diketahui.

 

Pati dan glikogen

Cadangan karbohidrat yang paling penting pada tumbuhan adalah pati sedangkan pada sel hewan adalah glikogen. Dalam sel kedua jenis polisakarida ini biasanya terdapat dalam butiran-butiran yang disebut sebagai granul. Sebagian besar sel tanaman dapat menyimpan pati dan paling banyak tersimpan dalam umbi seperti kentang dan biji-bijian seperti jagung, padi, gandum dan lain-lain. Pati mengandung dua jenis polimer glukosa yang disebut amilosa dan amilopektin. Amilosa tersusun dari rantai glukosa (•1-4) yang tidak becabang dengan berat molekul yang bervariasi sampai 500.000. Amilopektin juga memiliki berat molekul yang tinggi sampai satu juta tetapi memiliki rantai yang bercabang. Percabangan umumnya terbentuk setiap 24-30 unit molekul glukosa. Gambar berikut menunjukkan struktur amilosa dan amilopektin.

 

Gambar. Struktur pati. a, amilosa; b, amilopektin; c, struktur percabangan

 

Selulosa dan kitin

Secara struktural selulosa dan kitin adalah homopolisakarida. Selulosa yang terdiri dari benang-benang (fibril) yang kuat dan tidak larut dalam air merupakan bagian yang terpenting pada sel-sel tanaman; terdapat pada akar, batang, cabang dan seluruh bagian dari jaringan tanaman berkayu. Selulosa adalah penyusun utama kayu, dan katun hampir murni tersusun dari selulosa. Fibril selulosa yang tidak memiliki percabangan disusun oleh 10.000 sampai 15.000 unit D-glukosa melalui ikatan • glikosida. Hal ini menyebabkan struktur dan sifat fisiknya berbeda dari amilosa. Karena rantai polisakarida memiliki banyak gugus hidroksil, ikatan hidrogen merupakan bahagian yang sangat menentukan struktur molekulnya. Polimer •-D-glukosa seperti selulosa terdiri dari gugus piranosa yang kaku dalam suatu konformasi yang berbentuk kursi (chair). Konformasi yang paling stabil untuk suatu polimer adalah bila chair memutar 180 oC dari unit sebelumnya sehingga menghasilkan suatu rantai yang lurus. Ikatan hidrogen yang terbentuk inter dan antar rantai memberikan kekuatan terhadap rantai polisakaraida, seperti telihat pada Gambar  berikut.

 

Gambar  Struktur selulosa. a, bagian rantai selulosa; b, konformasi rantai selulosa dengan ikatan

hidrogen

 

Glikogen dan pati yang terkandung dalam nutrisi dihidrolisa oleh enzim •-amilase yang terdapat dalam air ludah dan asam lambung. Sedangkan selulosa tidak dapat digunakan sebagai sumber energi oleh kebanyakan hewan, karena tidak memiliki enzim untuk menghidrolisis selulosa. Rayap dapat menghidrolisis selulosa (kayu) karena dalam sistem pencernaannya terdapat mikroba simbiotik Trychonympha yang menghasilkan enzim selulase yang memutus ikatan •1-4. Vertebrata yang mampu menggunakan selulosa sebagai sumber energi adalah yang tergolong kedalam ruminasia seperti sapi, kerbau, domba, zerapah, dll. Pada lambung hewan-hewan ini terdapat bakteri dan atau protozoa yang menghasilkan selulase. Jamur-jamur pembusuk kayu dikenal sebagai penghasil selulase yang sangat potensial, beberapa bakteri juga menghasilkan selulase.

 

Kitin adalah homopolisakarida yang tersusun dari gugus N-asetil glukosamin dalam ikatan glikosida •. Kitin berbeda dengan selulosa hanya pada atom C2 dengan tambahan gugus amino yang terasetilasi. Ikatan •1-4 pada fibril kitin terlihat pada gambar berikut. Fibril-firbril kitin hampir sama dengan selulosa dan juga tidak dapat dicernakan oleh hewan vertebrata. Kitin merupakan komponen utama penyusun rangka artropoda, serangga, udang dan dinding sel jamur, dan kemungkinan merupakan polimer organik alami kedua terbanyak setelah selulosa.

 

Glikoprotein dan glikolipid

Kebanyakan protein membran dan lemak membran memiliki oligosakarida yang terikat secara kovalen yang disebut glikoprotein dan glikolipid. Sebahagian besar protein yang disekresikan oleh sel-sel eukaryot tergolong kedalam glikoprotein. Manfaat biologis adanya gugus oligosakarida pada protein dan lemak belum diketahui dengan sempurna. Akan tetapi sifat hidrofilik yang dimiliki oleh oligosakarida akan mengubah muatan dan kelarutan protein dan lemak.

 

Glikoprotein memiliki fungsi-fungsi biologis yang cukup beragam. Hampir seluruh protein yang terdapat pada permukaan luar hewan adalah golongan glikoprotein. Glikoprotein pada membran sel darah merah yang dikenal dengan glikoporin disusun oleh 60% karbohidrat dengan 16 buah rantai oligosakarida. Beberapa glikoprotein larut dalam air seperti protein pembawa dan imunoglobulin dan protein-protein yang terdapat dalam lisosom.

Glikolipid dan lipopolisakarida merupakan komponen membran. Pada gangliosida gugus yang bermuatan adalah oligosakarida yang mengandung asam sialat dan gugus monosakarida lainnya. Lipopolisakarida adalah penyusun utama pada membran luar bakteri gram negatif seperti Escherichia coli dan Salmonellatyphimurium. Lipopoli-sakarida pada S. typhimurium memiliki enam rantai asam lemak yang terikat dua gugus glikosamin, dimana pada salah satu glukosamin melekat oligosakarida komplek.

 

  1. LIPIDA

Lipid, berasal dari bahasa Yunani yang berarti lemak adalah senyawa biologi yang larut dalam pelarut organik seperti kloroform tetapi tidak larut dalam air. Lemak, minyak, vitamin dan hormon tertentu dan sebagian besar komponen membran yang bukan protein adalah lipid. Lipid merupakan komponen diet yang penting karena mengandung energi yang sangat tinggi dan pelarut beberapa macam vitamin. Lemak terbentuk dari trigliserida yang dapat dihidrolisis oleh asam, basa atau enzim menjadi gliserol dan asam lemak. Gliserol mempunyai 3 gugus alcohol, sedangkan asam lemak teerdiri gugus karboksil(head) dan rantai hirokarbon (tail). Asam lemak terdiri dari asam lemak jenuh dan tak jenuh.

Fungsi lipid dalam tubuh antara lain:

  1. Sebagai sumber energi, baik langsung maupun dalam bentuk cadangan, dalama jaringan lemak
  2. Sebagai komponen struktur sel
  3. Sebagai simpanan bahan bakar metabolik
  4. Pelindung dinding sel (komponen membran),pelindung daun lilin, dsb
  5. Sebagai penahan panas dalam jarinngan subcutaneous dan membungkus beberapa organ
  6. Lipid non polar berperan sebagai insulator listrik yang memungkinkan gelonbang depolarisasi sel syaraf dengan cepat Kandunngan lipid dalam jaringan syaraf sangat tinggi.
  7.  Gabungan lemak dengan protein (lipoprotein) merupakan komponen sel yang penting baik dalam membran sel maupun membran mitokondria. Disamping itu juga berperan dalam transpor lipid dalam darah.

Klasifikasi Lipid

Menurut Bloor, lipid dapat diklasifikasikan sebagai berikut:

1. Lipid Sederhana, adalah ester asam lemak dengan berbagai alkohol, terdiri dari:

a. Lemak, adalah ester asam lemak dengan gliserol. Lemak dalam kondisi cair disebut dengan minyak

b. Lilin, ester asam lemak dengan alkohol monohidrat dengan berat molekul tinggi

 

2. ’Compound Lipid’, Ester asam lemak yang mengandung gugus lain disamping alkohol dan asam lemak. Terdiri dari:

a. Fosfolipid, disamping asam lemak dan alcohol, lipid ini juga mengandung residu asam fosfat. Senyawa tersebut juga membawa basa nitrogen serta senyawa lain. Pada banyak fosfolipid, misalnya gliserofosfolipid alkoholnya adalah gliserol tetapi pada spingofosfolipid gliserol tersebut digantikan oleh spingosin.

b. Glikolipid, asam lemak dengan karbohidrat yang membawa nitrogen tetapi tidak asam fosfat.

c. Lipid dengan senyawa lain, sulfolipid dan aminolipid dan juga lipoprotein.

 

3. Turunan lipid, senyawa yang diturunkan dari senyawa-senyawa tersebut di atas melalui hidrolisis. Termasuk disini adalah asam lemak (jenuh dan tidak jenuh), gliserol, steroid, maupun bodi keton.

 

Asam lemak

  • · Merupakan asam karboksilat dengan panjang rantai C4-36
  • · Beberapa asam lemak bersifat saturasi (tidak terdapat ikatan rangkap antar atom C), yang lain memiliki 1 atau lebih ikatan rangkap antar atom (tak saturasi), contoh: v asam palmitat, 16 C disingkat 16:0 v asam oleat, 18 C dengan ikatan rangkap pada atom C nomor 9, disingkat 18:1(D9)

 

BIOENERGETIK DAN METABOLISMA

  • · Sifat fisik asam lemak sangat ditentukan oleh derajat ketidak jenuhan dan panjangnya rantai hidrokarbon
  • · Rantai hidrokarbon non polar bertanggung jawab atas derajat ketaklarutan senyawa ini pada air, contoh: sukrosa larut dalam air sedang asam lemak tak larut
  • · Ikatan rangkap pada asam lemak poly unsaturated hampir tidak pernah dalam bentuk konyugasi(bergantian ikatan tunggal dengan ikatan rangkap) seperti -CH=CH-CH=CH-, tetapi terpisah oleh gugus metilena -CH=CH-CH2-CH2=CH-
  • · Ikatan rangkap alami hampir seluruhnya terjadi dalam bentuk cis
  • · Titik cair dipengaruhi oleh panjang dan derajat unsaturated. Pada suhu kamar (25°C) asam lemak saturasi 12:0 dan 24:0 berbentuk lilin padat, sementara asam lemak tak jenuh dengan panjang yang sama berbentuk minyak.
  • · Karena senyawa unsaturated memerlukan lebih sedikit energi untuk “mengacau” molekul, maka titik leleh/cairnya lebih rendah dibandingkan dengan asam lemak saturasi
  • · asam lemak bebas dengan gugus karboksilat bebas terdapat pada hewan vertebrata: serum albumin
  • · asam lemak kebanyakan sebagai derivat asam karboksilat seperti ester dan amida tidak memiliki gugus karboksilat bermuatan sehingga kelarutan dalam air makin rendah

 

 

Gambar 1. Pemaketan asam lemak tergantung derajat saturasinya. (a) Asam stearat ditunjukkan dalam bentuk pemanjangan biasa. (b) Ikatan rangkap cis (ditandai) pada asam oleat tidak memungkinkan rotasi. (c) Asam lemak jenuh penuh dalam bentuk panjang terpaket ke dalam susunan seperti kristal, dan distabilkan oleh banyak interaksi interaksi. Kehadiran satu atau lebih ikatan rangkap cis mengganggu paket kompak, dan sebagai akibat agregat menjadi kurang stabil. Seperti pada asam lemak linoleat dan d) linolenat

 

 

  1. PROTEIN

Protein merupakan pusat aksi dalam proses biologi. Diantara senyawa organik, protein mempunyai fungsi yang paling beragam, antara lain :

 1). Berfungsi sebagai enzim yang mengkatalisis semua reaksi kimia dalam metabolisma

2). Sebagai regulator untuk aktivitas enzim (merupakan komponen dari enzim) ataupun sebagai mesenger kimia dalam hormon maupun reseptor untuk hormon tersebut.

3) Berperan dalam transpor berbagai senyawa penting seperti ion logam, O2, glukosa, lipid dan lain-lain.

4). Berperan dalam gerak, seperti kontraksi serabut otot ataupun gerakan mekanis dalam pemisahan kromosom selama proses pembelahan sel.

5). Dibutuhkan untuk fungsi sensor, rhodopsin, protein dalam retina, diperlukan dalam proses sel syaraf.

6). Berperan dalam sistem imun, immunoglobulin yang merupakan komponen penting dalam sistem pertahanan hewan tingkat tinggi.

7). Bagian struktural yang memberikan sifat karakteristik kuat, keras seperti collagen yang merupakan penyusun tulang, tendon maupun ligamen.

Fungsi protein hanya dapat difahami jika kita memahami struktur protein tersebut. Ada 4 tingkatan struktur protein seperti digambarkan pada gambar berikut:

 

 

  1. Struktur primer (1o structure)

Menunjukkan urutan asam amino dalam suatu rantai polipeptida. Polipeptida bovine dari hormon insulin merupakan polipeptida pertama yang berhasil ditentukan urutan asam aminonya oleh Frederick Sanger tahun1953.

 

  1. Struktur sekunder (2o structure)

Adalah pengaturan lokal dari rangka ikatan peptida (C – N) atau ’backbone’ dari suatu polipeptida.

Struktur sekunder yang paling umum adalah heliks, memutar kekanan ataupun kekiri. Polipepetida yang mempunyai struktur a heliks membentuk putaran kekanan. Struktur a heliks ini sering dijumpai pada protein fibrosa maupun protein globuler.

 

Gambar Sruktur sekunder a heliks

 

 

Gambar Struktur a heliks

  1. Struktur Tersier (3o structure)

Adalah pengaturan 3 dimensi dari protein tersebut, yaitu lipatan dari struktur sekunder bersama dengan pengaturan rantai sampingnya. Struktur tersier protein ini pertama kali ditemukan oleh John Kendrew dan kawan-kawan pada tahun 1950an, dengan mengamati struktur myoglobin ikan hiu menggunakan sinar X.

 

  1. Struktur quartener (4o structure)

Pengaturan suatu protein yang mempunyai 2 sub unit polipeptida atau lebih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi antara satu polipeptida dengan polipeptida yang lain dalam suatu protein adalah spesifik.Struktur quartener protein ini biasanya terdapat pada protein dengan BM > 100 kD.

 

 

 

 

PERTANYAAN

  1. Apa yang saudara ketahui tentang penggolongan karbohidrat
  2. Sebutkan fungsi karbohidrat bagi tumbuhan. Jelaskan
  3. Apa yang saudara ketahui tentang enzym hidrolase dalam perombakan karbohidrat, lipida dan protein.
  4. Jelaskan apa yang saudara ketahui tentang penggolongan lipida.
  5. Apa yan saudara ketahui tentang asam lemak jenuh dan asam lemak tak jenuh
  6. Apa yang saudara ketahui tentang iklan minyak goreng yang menyatakan mengandung omega9. Jelaskan
  7. Jelaskan apa yang saudara ketahui tentang peran protein dalam tumbuhan.
  8. Apakah semua asam amino berperan sebagai penyusun protein.

 

JAWABAN

  1. Karbohidrat dibagi menjadi tiga kelompok :

a. Monosakarida : termasuk gula sederhana yang tidak dapat dihidrolisis menjadi bagian yang lebih kecil.Misalnya triosa, (C3H6O3), tetrosa (C4H8O4), heksosa (C6H12O6).

b.Oligosakarida : merupakan senyawa yang apabila dihidrolisis menghasilkan 2 sampai 6 gula monosakarida. Misal sukrosa dan laktosa.

c. Polisakarida : merupakn karbohidrat yang apabila dihidrolisis akan menghasilkan sejumlah monosakarida.

  1. Fungsi karbohidrat bagi tumbuhan adalah sebagai sumber energi utama. Selain itu karbohidrat juga berfungsi sebagai senyawa yang menyimpan energi kimia contohnya pati. Karbohidrat juga sebagi pembentuk struktur, misalnya selulosa yang berperan sebagi komponen utama dinding sel tumbuhan.
  2. Enzim hidrolase merupakan enzim-enzim yang menguraikan suatu zat dengan pertolongan air. Hidrolase dibagi atas kelompok kecil berdasarkan substratnya yaitu :
  1. Karbohidrase, yaitu enzim-enzim yang menguraikan golongan karbohidrat.

Kelompok ini masih dipecah lagi menurut karbohidrat yang diuraikannya, misal :Amilase, yaitu enzim yang menguraikan amilum (suatu polisakarida) menjadi maltosa 9 suatu disakarida).                                           

  1. Esterase, yaitu enzim-enzim yang memecah golongan ester.

  Contoh-contohnya :                         

  1. Lipase, yaitu enzim yang menguraikan lemak menjadi gliserol dan asam lemak.
  2. Proteinase atau Protease, yaitu enzim enzim yang menguraikan golongan protein.

Contoh-contohnya:

  1. Peptidase, yaitu enzim yang menguraikan peptida menjadi asam amino.

 

  1. Penggolongan lipida :

1. Lipid Sederhana, adalah ester asam lemak dengan berbagai alkohol, terdiri dari:

a. Lemak, adalah ester asam lemak dengan gliserol. Lemak dalam kondisi cair disebut dengan minyak

b. Lilin, ester asam lemak dengan alkohol monohidrat dengan berat molekul tinggi

2. ’Compound Lipid’, Ester asam lemak yang mengandung gugus lain disamping alkohol dan asam lemak. Terdiri dari:

a. Fosfolipid, disamping asam lemak dan alcohol, lipid ini juga mengandung residu asam fosfat. Senyawa tersebut juga membawa basa nitrogen serta senyawa lain. Pada banyak fosfolipid, misalnya gliserofosfolipid alkoholnya adalah gliserol tetapi pada spingofosfolipid gliserol tersebut digantikan oleh spingosin.

b. Glikolipid, asam lemak dengan karbohidrat yang membawa nitrogen tetapi tidak asam fosfat.

c. Lipid dengan senyawa lain, sulfolipid dan aminolipid dan juga lipoprotein.

 

3. Turunan lipid, senyawa yang diturunkan dari senyawa-senyawa tersebut di atas melalui hidrolisis. Termasuk disini adalah asam lemak (jenuh dan tidak jenuh), gliserol, steroid, maupun bodi keton.

 

  1.  

ü  Asam lemak jenuh hanya memiliki ikatan tunggal di antara atom-atom karbon penyusunnya, bersifat stabil (tidak mudah bereaksi)

ü  Asam lemak tak jenuh memilki paling sedikit satu ikatan ganda di antara atom-atom karbon penyusunnya, ikatan gandanya mudah bereaksi dengan oksigen (mudah teroksidasi) karena itu dikenal dengan istilah bilangan oksidasi bagi asam lemak

  1. Jika dikatakan minyak goreng mengandung omega9 itu memang benar.bahakan sebetulnya bukan mengandung, karena olein adalah omega 9. Selama ini, minyak goreng yang paling sering kita gunakan adalah yang berbahan dasar kelapa sawit. Pada proses pembuatan minyak goreng dari kelapa sawit terdapat dua fase yang berbeda, yaitu fase padat dan fase cair. Jenis yang padat disebut stearin dengan nama asam lemak yaitu stearat. Sementara, bagian dari minyak yang berbentuk cair disebut olein dan nama asam lemak yaitu asam oleat atau omega 9.
  2. Peranan protein pada tumbuhan misalnya,Pathogenesis Related (PR)-Protein yang merupakan protein spesifik yang terdapat pada tanaman dan memiliki fungsi serta peranan untuk mempertahankan kelangsungan kehidupan tanaman, khususnya dalam menangkal serangan dari mikroorganisme/virus patogen yang berbahaya bagi tanaman tersebut. Setiap tanaman akan memberi respon yang spesifik apabila terkena serangan (invasi) mikroorganisme patogen dari luar, dengan jalan meningkatkan sintesis PR-Proteinnya, untuk menangkal serangan pathogen tersebut. Atas dasar itu, pertumbuhan tanaman akan baik dan terhindar dari berbagai penyakit tanaman, serta memiliki produktivitas yang tinggi bilamana tanaman tersebut dirangsang agar mensintesis dan meningkatkan kandungan PR-Proteinnya. Dengan demikian, bilamana kandungan PR-protein pada tanaman sudah tinggi, maka tentunya tanaman tersebut dapat menangkal setiap mikrorganisme patogen yang membahayakan kehidupannya.
  3. Tidak, tidak semua asam amino dapat berperan sebagai protein karena
  1. Asam amino yang menyusun protein organisme ada 20 macam disebut sebagai asam amino standar. Yang terdiri dari:

a.Asam amino non polar(Glisin, alanin, valin, leusin, isoleusin dan prolin)

b.Asam amino polar(Serin , threonin, sistein, metionin, asparagin, glutamin)

c.Asam amino dengan gugus R aromatik(Fenilalanin,tirosin dan triptofan)

d.Asam amino dengan gugus R bermuatan positif(Lisin,argini dan histidin)

e.Asam amino dengan gugus R bermuatan negatif(Aspartat dan glutamat)

  1. Ada Kurang lebih 300 asam amino non standar dijumpai pada selasam amino Non standar merupakan asam amino diluar 20 macam as. Amino standar  Terjadi karena modifikasi yang terjadi setelah suatu asam amino standar menjadi protein. Beberapa ditemukan asam amino nonstandar yang tidak menyusun protein merupakan senyawa antara metabolisme (biosintesis arginin dan urea).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s